Tekno

Maskapai Ini Terang-terangan Rekam Foto dan Data Penumpang

Maskapai Ini Terang-terangan Rekam Foto dan Data Penumpang

KOMPAS.com - Maskapai Hong Kong, Cathay Pacific dalam kebijakan privasi yang baru diumumkannya, secara terang-terangan menyebut bahwa mereka mengumpulkan foto penumpang dan data rekaman (log) penggunaan in-flight entertainment (IFE).

IFE adalah perangkat layar yang terpasang di kursi penumpang untuk keperluan hiburan sepanjang perjalanan.

Dalam privacy policy yang diterbitkan pada Kamis (30/7/2019) lalu itu, Cathay menulis bahwa mereka mengumpulkan dan memproses informasi pribadi penumpang, termasuk foto di dalam pesawat, penggunaan perangkat IFE, hobi, dan aktivitas selama di bandara.

Data film/ video apa saja yang ditonton oleh penumpang di perangkat IFE pun akan direkam dan disimpan oleh Cathay Pacific.

Thales dan Panasonic, dua vendor pemasok perangkat IFE pesawat, mengatakan bahwa perangkat IFE memang dilengkapi dengan kamera, namun tidak aktif. Fitur kamera dipasang untuk mendukung aplikasi video call antar-kursi penumpang di masa mendatang.

"Panasonic Avionics tidak akan pernah mengaktifkan fitur atau fungsi apa pun dalam sistem IFE, tanpa arahan dari maskapai," kata keterangan resmi Panasonic, dirangkum KompasTekno dari Business Insider, Selasa (13/8/2019).

Perangkat In-Flight Entertainment (IFE) buatan Thales.Thales Perangkat In-Flight Entertainment (IFE) buatan Thales.
Aktivitas selama di bandara dipantau oleh CCTV yang dipasang di lounge alias ruang tunggu maskapai. Namun Cathay Pacific menegaskan bahwa tidak ada kamera yang terpasang di perangkat hiburan IFE di masing-masing kursi penumpang.

Yang mengejutkan juga, Cathay Pacific menyebut bahwa informasi itu akan disimpan selama masih dibutuhkan. Artinya, tidak ada jangka waktu spesifik, berapa lama data itu akan disimpan.

"Kami menyimpan data pribadi penumpang selama dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis, informasi yang tidak lagi dipakai akan tetap disimpan secara anonim atau dihancurkan," demikian penjelasan Cathay Pacific.

Selain data yang diambil dari kamera di pintu pesawat, CCTV di lounge, dan log penggunaan IFE, Cathay Pacific juga menyimpan data itinerary penumpang, bagasi, hingga produk yang dibeli di toko duty-free.

Kabin maskapai Cathay Pacific dengan perangkat IFE.Cathay Pacific Kabin maskapai Cathay Pacific dengan perangkat IFE.
Aneka data itu, menurut Cathay Pacific, akan dipakai untuk meningkatkan pengalaman terbang bagi penumpan, berikut personalisasi produk dan layanan mereka.

Perubahan kebijakan privasi ini memunculkan kekhawatiran, sebab pada Oktober 2018 lalu, Cathay Pacific baru saja mengakui bahwa server miliknya telah diretas.

Data pribadi milik 9,4 juta penumpang maskapai itu pun diintip oleh hacker, termasuk nomor paspor dan kartu kredit.