Tekno

Menjajal Mobil Listrik hingga 'Afrika'

Menjajal Mobil Listrik hingga 'Afrika'

VIVA – PT Toyota-Astra Motor kembali mengajak para jurnalis menjajal berkendara mobil-mobil listrik Toyota. Pengujian dilakukan di berbagai kondisi jalan di Banyuwangi Jawa Timur dan Bali, 9-11 Oktober 2019.

Saat ini Toyota memiliki beberapa lini mobil listrik hybrid, baik itu Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Beberapa model yang dicoba antara lain Corolla Altis Hybrid, Camry Hybrid, Alphard Hybrid, C-HR Hybrid, dan Prius Plug-In Hybrid.

"Total jarak pengetesan ini 380 km," kata Manager PR Toyota-Astra Motor Rouli Sijabat di Banyuwangi.

Penggunaan mobil HEV lebih praktis karena masih bisa mengandalkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selayaknya mobil dengan mesin konvensional. Selain itu, daya jangkau mobil ini sama seperti kendaraan konvensional karena baterainya bisa langsung diisi (charging) melalui engine yang ada pada kendaraan.

Toyota sebagai pabrikan mobil listrik terbesar di dunia saat ini telah berhasil menjual lebih dari 14 juta unit mobil HEV dalam lebih dari 40 model di lebih 90 negara.

Di Indonesia, Toyota mulai memperkenalkan mobil listrik berteknologi HEV ini sejak 2009 dengan mendatangkan Toyota Prius, kemudian disusul dengan Camry Hybrid pada 2012, Alphard Hybrid pada 2015, C-HR Hybrid dan Corolla Altis Hybrid pada 2019.

Blimbingsari ke ‘Afrika’

Hari pertama test drive dimulai saat para jurnalis meninggalkan Bandara Banyuwangi yang dulu dikenal sebutan Bandara Blimbingsari menuju Sun Osing Cafe and Resto yang berlokasi di kawasan Glagah. Melintasi jalan raya antar kota dengan traffic yang cukup padat,  perjalanan menuju Sun Osing Cafe and Resto yang berjarak 1 km dan waktu tempuh normal 5 menit.

Setelah pengarahan tentang fiture yang dimiliki mobil HEV dan PHEV¸ selanjutnya peserta menuju De Djawatan. Kawasan hutan wisata di Benculuk ini, berjarak jarak sekitar 23 km dengan waktu tempuh kurang dari sejam. Di sini ada pemandangan hutan trembesi tua berusia ratusan tahun.

Pada perjalanan menuju tempat wisata yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dengan melintasi tipikal jalan raya antar kota beraspal mulus ini, para peserta test drive dapat mengeksplorasi berbagai fitur-fitur yang dimiliki mobil HEV dan PHEV Toyota sekaligus membuktikan kemampuannya mewujudkan fun to drive bagi pengendaranya.

Test drive Toyota Alphard Hybrid di De Djawatan Banyuwangi Jawa Timur

Salah satunya adalah saat mobil tersebut menggunakan mode Electric Vehicle (EV) . Sebagai pengendara, para jurnalis peserta bisa merasakan sensasi full electric tanpa intrusi mesin biasa. Motor listrik pada mobil HEV akan langsung mengantarkan tenaga sejak pedal gas diinjak sehingga pengendara akan merasakan lontaran torsi yang besar.

Pengendara juga tetap dapat merasakan performa mesin normal saat berkendara. Termasuk adanya pilihan mode berkendara ECO, Normal, dan Sport sehingga pengendara bisa memaksimalkan karakter berkendaranya yang unik.

Selepas dari De Djawatan, media mengunjungi dealer A2000 Bayuwangi. Dealer ini telah terotorisasi sejak Oktober 2014 dan melayani penjualan serta servis kendaraan Toyota.

Perjalanan selanjutnya menuju ke Osing Deles untuk santap siang bersama di Sanggar Genjah Arum yang berada di desa wisata Kemiren Banyuwangi. Dengan jarak tempuh sekitar 36 km dan melintasi jalan raya kota, perjalanan menuju komplek sanggar yang bangunannya tetap mempertahankan nuansa asli  rumah adat Suku Osing Banyuwangi ini.

Test drive Toyota C-HR Hybrid di Taman Nasional Baluran Jawa Timur

Jarak terjauh yang harus ditempuh pada hari pertama test drive mobil elektrifikasi Toyota di Bumi Blambangan ini saat menuju Taman Nasional Baluran yang berjarak 55 km dari Osing Deles. Selain melewati ruas jalan raya nasional yang menghubungkan Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupatan Situbondo dengan tipikal jalan aspal datar.

Test drive Toyota C-HR Hybrid di Taman Nasional Baluran Jawa Timur

Hutan Baluran yang dijuluki dengan Africa Van Java memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Hutan ini memiliki vegetasi sabana, mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa, dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun.

Setelah itu, para peserta menuju Restoran Rawon Bik Atik yang terletak kawasan jalan Ahmad Yani Banyuwangi, atau berjarak sekitar 45 km dari Taman Nasional Baluran. Pada restoran yang merupakan salah satu lokasi kuliner terpilih di Banyuwangi ini, para jurnalis akan santap malam sebelum mengakhiri kegiatan hari pertama test drive.