Tekno

Orang Indonesia Tak Tertarik Mobil DP Murah

Orang Indonesia Tak Tertarik Mobil DP Murah

Banyak cara dilakukan oleh diler kendaraan, untuk memikat konsumen agar mau membeli produk yang mereka tawarkan. Mulai dari iming-iming bonus aksesori, hingga cicilan ringan apabila melakukan pembayaran dengan sistem kredit.

Selain angsuran yang ramah di kantong, ada juga tenaga penjual yang memberikan pilihan uang muka atau down paymet rendah. Hal ini sangat menguntungkan konsumen, karena mereka tidak perlu menyiapkan banyak dana untuk bisa memiliki kendaraan impian.

Khusus untuk beberapa model, konsumen juga bisa menebusnya dengan harga di bawah banderol resmi. Biasanya, unit yang mendapat diskon adalah rakitan tahun sebelumnya, atau sisa stok yang harus cepat dihabiskan oleh pihak diler.

Dari tiga promo tersebut, menurut Senior Tech and Telco Industry Analyst Google Indonesia, Yudistira Adi Nugroho, konsumen di Indonesia kurang menyukai DP rendah.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh Google Indonesia, 38 persen responden memilih untuk membeli kendaraan yang mendapat potongan harga. Urutan berikutnya adalah mencari unit yang paling banyak diberikan bonus aksesori oleh diler, yakni sebanyak 30 persen.

Sementara, mereka yang membeli mobil dengan berpatokan pada DP rendah hanya sebanyak 29 persen saja. Lalu, diikuti dengan jumlah responden yang memilih cicilan ringan, yaitu sebanyak 25 persen.

Meski demikian, Yudistira mengaku bahwa masih banyak responden yang memutuskan untuk menunda pembelian mobil baru. Alasannya, daya beli mereka sat ini sedang menurun.

“Banyak yang bilang, kalau mereka itu masih mau menunggu sampai situasinya membaik. Dan 38 persen mengaku belum tahu kapan belinya, cuma berencana mau membeli mobil,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Jumat 14 Agustus 2020.

 Selain Gaji ke-13, PNS Juga Dapat Promo Beli Motor