Tekno

Tak Mau Ditilang, Penerobos Busway Sebut Pak Joni dan Cakra 7

Tak Mau Ditilang, Penerobos Busway Sebut Pak Joni dan Cakra 7

VIVA – Macet bisa membuat orang nekat dan melakukan pelanggaran. Hal itu bisa dilihat di jalanan Jakarta sehari-hari. Mulai dari melawan arus, hingga menggunakan jalur yang dibuat khusus untuk Transjakarta.

Seperti yang dilakukan pria ini. Berdasarkan video yang viral di media sosial, diketahui bahwa pria yang tidak diketahui identitasnya itu sengaja masuk ke jalur Transjakarta atau busway untuk menghindari macet.

Ulahnya itu diketahui oleh petugas, yang tengah berjaga di jalur tersebut. Meski demikian, pengemudi menganggap bahwa apa yang dilakukannya adalah hal biasa.

“Saya masuk ke busway, bukan persoalan besar,” ujar pengemudi mobil.

Tak hanya itu, pengemudi juga menolak menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) , saat diminta petugas.

“Saya bilang ada. Saya tidak bisa melayani ini, oke,” tuturnya.

Pengemudi itu juga mengatakan bahwa ia sudah terlambat untuk menghadiri rapat. Sebab itu, ia ingin bergegas melanjutkan perjalanan.

“Baru rapat pak. Kalau mau ke rumah sakit atau emergency, mungkin sebagai petugas masih punya hati nurani,” kata sang petugas.

Kesal karena tidak juga diizinkan meninggalkan lokasi, akhirnya pengemudi mobil itu mengeluarkan jurus pamungkas.

“Nanti sore, saya ketemu Pak Joni. Saya di rekanan polisi juga, Cakra tujuh. Nanti sore saya ketemu beliau,” ungkapnya.

Tak lama kemudian, pengemudi itu pun melanjutkan perjalanannya.

Berdasarkan penelusuran VIVA, diketahui bahwa mobil KIA Sedona tersebut terdaftar di bagian Registrasi dan Identifikasi Polda Metro Jaya, atas nama salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pembuatan panggung untuk pameran.