Tekno

Teknologi di Balik Desain "X-Class" Vivo X50

Teknologi di Balik Desain

  - Desain merupakan salah satu aspek yang terus dikembangkan oleh para produsen smartphone, termasuk Vivo yang belakangan menerapkan konsep rancangan "X-Class Design" di lini ponsel X50 terbarunya.

Desain tersebut antara lain membuat Vivo X50 memiliki fisik yang ramping dan terkesan premium, dengan bobot 173 gram dan ketebalan 7,55 mm.

Punggung Vivo X50 dilapis bahan kaca dengan warna Frost Blue atau Glaze Black. Material kaca ini memiliki finishing jenis frosted/ matte sehingga tidak terasa licin di tangan sekaligus tak mudah ternoda sidik jari. 

Dengan notch berukuran kecil dan bezel tipis, tampilan layar Vivo X50 pun menjadi legaVivo Dengan notch berukuran kecil dan bezel tipis, tampilan layar Vivo X50 pun menjadi lega
Layar Vivo X50 menggunakan panel E3 AMOLED berdiagonal 6,56 inci dengan resolusi Full HD Plus yang mengusung teknologi panel 2.5D curved flex screen.

Pada bagian sudut kiri atas terdapat punch hole mungil dengan diameter 3,96mm yang memuat kamera depan 32 MP.

Desain ini sekaligus meniadakan poni (notch) konvensional sehingga tampilan layar menjadi lebih luas. Apalagi, bagian bingkai (bezel) juga tipis dengan ketebalan hanya 2,88mm karena dibuat dengan teknologi pengemasan Chip on Pi (CoP).

“Refleksi desain kontemporer yang menjadi landasan filosofi desain khas vivo pada vivo X50 melengkapi posisinya sebagai professional photography flagship smartphone," ujar Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020).

Teknologi di balik desain

Tak hanya soal tampilan luar, Vivo juga membekali X50 dengan sederet teknologi andalan. Bagian layar tadi, misalnya, memiliki refresh rate 90 Hz dan tingkat respons sentuhan 180 Hz sehingga ponsel bisa terasa lebih gesit sekaligus menampilkan animasi lebih mulus.

Sebagai "flagship fotografi", Vivo X50 dibekali empat buah kamera belakang yang terdiri dari dari kamera utama 48 MP (Sony IMX598, f/1.6, OIS, lensa 7P), kamera portrait 13 MP (f/2.5, ekuiv. 50mm), kamera Super Wide-angle 8 MP (120 derajat), serta kamera Super Macro 5 MP.

Ponsel ini ditenagai chip Snapdragon 730, RAM 8 GB, memori internal 128 GB, serta baterai berkapasitas 4.200 mAh yang mendukung teknologi pengisian cepat Vivo FlashCharge 2.0 (33W) untuk menunjang aktivitas sehari-hari pemiliknya.

Vivo X50 bisa berperan sebagai kartu akses berkat teknologi NFC di dalamnyaVivo Vivo X50 bisa berperan sebagai kartu akses berkat teknologi NFC di dalamnya
"(Vivo X50) Tidak hanya menghadirkan teknologi inovatif, namun juga keseluruhan pengalaman pengguna yang lebih baik secara estetis, juga performa yang dapat diandalkan," imbuh Edy.

Vivo turut membekali X50 dengan Bluetooth 5.1 yang mendukung teknologi audio aptX HD, serta fitur NFC yang bisa digunakan untuk mengisi ulang saldo kartu uang elektronik (e-money) dan sebagai pengganti kartu akses.

Saat ini Vivo X50 sudah bisa dibeli di Indonesia dengan harga Rp 6.999.000. Vivo turut memasarkan "saudaranya" sesama anggota X50 series, yakni X50 Pro, dengan banderol Rp 9.999.000.