Bisnis

Bos-bos Kontraktor Hulu Migas Siap Capai Target Produksi Tahun Depan

Bos-bos Kontraktor Hulu Migas Siap Capai Target Produksi Tahun Depan

JAKARTA, - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sepakat untuk mengusahakan agar produksi migas nasional tahun depan tidak mengalami penurunan, sehingga dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.

Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan target lifting minyak sebesar 705.000 barel per hari dan gas sebesar 5,638 juta standar kaki kubik (MMSCFD).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya bersama dengan pimpinan tertinggi KKKS telah mengidentifikasi dan mengatasi berbagai tantangan produksi migas.

“Dari diskusi yang ada, KKKS antara lain meminta dukungan pada proses perizinan yang masif, juga percepatan komersialisasi agar pengembangan lapangan dapat segera dilakukan, dan transformasi yang dilakukan dengan cepat,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2020).

Selain itu, mantan Direktur PT Pertamina (Persero) itu melanjut, KKKS menilai perlu adanya langkah-langkah tambahan guna mencapai target lifting tahun depan, yang masih akan dibayang-bayangi ketidakpastian global maupun domestik.

“Oleh karena itu SKK Migas tadi mempersilahkan KKKS segera mengajukan rencana tambahan, dan kami akan memproses lebih cepat. Harapannya mulai awal tahun 2021 semua kegiatan sudah bisa dilaksanakan sehingga target dapat dicapai,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial, meminta SKK Migas bersama KKKS untuk bekerja lebih keras mengingat saat ini kondisi masih belum kembali normal.

“SKK Migas dan KKKS perlu memiliki pandangan yang sama dan melakukan effort yang lebih besar untuk dapat menjalankan kegiatan operasional migas yang baik,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah akan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Hal ini ditunjukkan dengan kebijakan pemberian insentif dalam kegiatan usaha hulu migas yang akan terus diupayakan.

“Dengan adanya insentif-insentif kami berharap agar para KKKS dapat fokus kepada aktivitas operasional untuk mengisi gap guna mencapai target yang ditetapkan Pemerintah,” ujar Ego.