Bisnis

Bos BTN: Dana PEN untuk Sektor Perumahan Masih Sangat Kecil

Bos BTN: Dana PEN untuk Sektor Perumahan Masih Sangat Kecil

JAKARTA, - Pada program pemulihan ekonomi nasional ( PEN) yang senilai Rp 695,2 triliun, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk insentif di sektor perumahan.

Kendati demikian, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala Mansury menyatakan, nilai insentif tersebut terbilang masih sangat kecil.

"Secara keseluruhan, jumlah tambahan yang disalurkan ke properti di 2020, dibandingkan keseluruhan upaya untuk tambahan APBN tahun ini dalam anggaran PEN, Rp 1,3 triliun itu merupakan proporsi yang sangat kecil dari dana PEN," ujarnya dalam webinar Iluni UI, Rabu (23/9/2020).

Ia menjelaskan, insentif sektor perumahan tersebut diperuntukkan pada KPR skema subsidi selisih bunga (SSB) sebanyak 127.000 uni rumah. Tapi, Pahala berharap nilai insentif ini bisa lebih besar lagi.

Pasalnya, sektor perumahan sangatlah strategis karena memiliki efek domino pada 174 industri lainnya.

Sehingga, diperkirakan bantuan yang diberikan pemerintah pada sektor ini akan berdampak pada sekitar 25juta hingga 30 juta pekerja yang ada di dalamnya.

"Bukan hanya pekerja yang bangun rumahnya saja, tapi juga pekerja di sektor lain, seperti di bahan bangunan," imbuhnya.

Pahala mengatakan, perumahan merupakan salah satu sektor yang tetap mampu tumbuh 2,30 persen pada kuartal II-2020, ketika sebagian besar sektor ekonomi lainnya mengalami terkontraksi akibat dampak buruk pandemi Covid-19.

Menurutnya, kinerja positif ini perlu terus di dorong untuk bisa terjaga pertumbuhannya. Oleh sebab itu, Pahadal berharap, pada alokasi anggaran PEN di tahun 2021 pemerintah bisa lebih meningkatkan insentif pada sektor perumahan.