Bisnis

Harga Jual Listrik dari Tenaga Sampah Dianggap Kemahalan

Harga Jual Listrik dari Tenaga Sampah Dianggap Kemahalan

Harga jual listrik yang dihasilkan dari  Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), saat ini dianggap masih terlalu mahal sehingga bisa merugikan PLN sebagai pembeli. Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai, perlu adanya regulasi baru agar upaya pengurangan sampah perkotaan tidak membebani PLN.

Dia mencontohkan, pembangkit PLTSa Benowo di Surabaya membutuhkan investasi sebesar US$50 juta, dengan kapasitas 10 MW. Sementara PLTSa Jakarta butuh investasi mencapai US$345,8 juta, dengan kapasitas pembangkit 38 MW.

"Nilai investasi yang besar tersebut membuat PLN harus membeli listrik sebesar 13,35 sen per kwh," kata Mamit dalam keterangan tertulisnya, Jumat 25 Juni 2021.

Polri Gandeng Hongkong Cari Pemilik Akun Kotz soal Data Penduduk Bocor

Mamit menegaskan, dengan tarif per kWh yang begitu mahal, maka hal itu tentunya akan memberatkan PLN.