Bisnis

Kadin-Pemerintah Sepakat Kembangkan UMKM Pangan dan Pariwisata

Kadin-Pemerintah Sepakat Kembangkan UMKM Pangan dan Pariwisata

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi penopang di dua sektor utama.

Plt. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang UMKM dan Koperasi Teguh Anantawikrama mengatakan, sektor tersebut adalah ketahanan pangan dan pariwisata. Sebab, UMKM telah banyak berkembang di dua sektor itu.

"Saya dan Pak Sandi, Pak Teten ketemu bareng. Yang kita sepakati bahwa UMKM Indonesia butuh lokomotif untuk tumbuh," tegas dia dalam sebuah diskusi virtual, Rabu, 3 Februari 2021.

Penampakan Pasar Pakai Dinar-Dirham di Depok Usai Disegel Polisi

Teguh menyatakan, khusus untuk sektor ketahanan pangan disepakati karena UMKM Indonesia telah banyak mengembangkan berbagai jenis panganan yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan dunia.

"Karena kita bisa menghasilkan so many things, kita harusnya bisa jadi pusat protein, pusat pangan dunia, itu yang mau kita coba dengan Pak Teten bawa UMKM ketahanan pangan related," ucap dia.

Sementara itu, khusus untuk sektor pariwisata, ide itu muncul dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno yang menilai hasil produk UMKM banyak menopang sektor pariwisata.

"Karena hasil pengamatan Pak Sandi 90 persen supporting industri pariwisata itu UMKM ada restoran, rental mobil, tour guide, warung makan, semua itu menopang dan sekarang sedang mati," ucap dia.

Teguh menekankan, fokus ini seharusnya bisa dikerjakan secara bersama-sama antara pemerintah dengan seluruh kementerian atau lembaga pemerintah. Sebab, selama ini menurutnya mereka terbiasa bekerja masing-masing.

"Semua kementerian lembaga punya inisiatif masing-masing, enggak pernah ketemu, targetnya beda-beda. Saya ketemu teman Perdagangan, target ekspor industri Z, teman Perindustrian dorongnya industri X," ucapnya.

Selain itu, dia menilai, dalam mengembangkan UMKM pemerintah tidak perlu pusing untuk mendorong mereka masuk ke dalam ekosistem digital. Sebab, sudah banyak inovator muda yang masuk terlebih dahulu.

"Fakta yang saya temukan adalah banyak inisiatif anak muda bikin startup tapi nobodies connecting the dot. Semua jalan sendiri-sendiri, tapi pelaku usaha Indonesia 90 persen lebih UMKM," tegas dia.