Kesehatan

10 Panduan Isolasi Mandiri untuk Pasien COVID-19

10 Panduan Isolasi Mandiri untuk Pasien COVID-19
Jakarta -

Sebagian besar pasien yang terinfeksi COVID-19 bisa sembuh tanpa membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Hanya saja penting bagi pasien COVID-19 yang bergejala ringan mengisolasi diri agar tidak menularkan penyakitnya ke orang lain.

Hanya saja mungkin tidak semua orang paham apa saja yang sebaiknya dilakukan atau dihindari selama isolasi mandiri. Oleh sebab itu beberapa otoritas kesehatan menulis panduan isolasi mandiri.

Apa saja panduan isolasi mandiri untuk pasien COVID-19? Berikut rangkuman detikcom:

1. Kabari RT-RW atau Puskesmas

Bila seseorang mengetahui dirinya positif COVID-19 setelah melakukan pemeriksaan mandiri, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghubungi satgas setempat yang biasanya diwakili oleh RT, RW, atau puskesmas. Tujuannya agar lingkungan bisa turut membantu dan memantau kondisi.

Puskesmas juga yang akan menilai apakah individu membutuhkan perawatan atau bisa menjalani isolasi mandiri.

2. Manfaatkan telemedicine

Manfaatkan fasilitas telemedicine untuk berkonsultasi mengenai gejala dan obat secara gratis dengan dokter. Kementerian Kesehatan RI telah bekerja sama dengan 11 aplikasi telemedicine yang jangkauannya akan semakin dikembangkan.

Aplikasi telemedicine yang bisa jadi panduan isolasi mandiri adalah:

  • YesDok
  • GetWell
  • ProSehat
  • Halodoc
  • KlikDokter
  • KlinikGo
  • Link Sehat
  • Milvik Dokter
  • Good Doctor
  • SehatQ
  • Alodokter

3. Selalu pakai masker

Pastikan selalu memakai masker selama menjalani isolasi mandiri di dalam rumah. Ganti masker secara berkala, bila menggunakan masker sekali pakai buang di tempat yang sudah ditentukan.

4. Pisah kamar

Pisahkan kamar tidur pasien positif COVID-19 dengan kamar anggota keluarga lain. Bila memungkinkan pisahkan juga kamar mandi untuk pasien.

5. Jaga jarak satu meter lebih

Jaga jarak minimal satu meter antara pasien yang positif COVID-19 dengan anggota keluarga lain.

6. Jaga kebersihan ruangan

Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan desinfektan. Bersihkan permukaan yang mungkin sering disentuh seperti gagang pintu, pinggiran tempat tidur, atau meja untuk meminimalisir risiko virus menempel. Pastikan juga ruangan di dalam rumah memiliki ventilasi yang baik untuk menjaga sirkulasi udara.

7. Berjemur

Dalam panduan isolasi mandiri yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, pasien positif COVID-19 direkomendasikan berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15-30 menit.

8. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Konsumsi makanan yang bergizi seimbang penting untuk menjaga agar imun tubuh dapat melawan virus secara optimal. Bila dibutuhkan suplemen vitamin juga bisa dikonsumsi sebagai pendukung.

9. Rutin cek suhu dan oksigen

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan rutin mengecek kondisi pasien dengan termometer dan oxymeter. Waspada bila saturasi oksigen pasien turun di bawah 95 persen saat menjalani isolasi mandiri.

10. Hubungi fasilitas kesehatan bila gejala memburuk

Panduan isolasi mandiri yang terakhir adalah selalu waspada bila gejala yang dialami pasien COVID-19 memburuk. Bila dari awal pihak satgas setempat sudah mengetahui status pasien, satgas bisa dengan cepat mencari bantuan agar pasien mendapat penanganan di fasilitas kesehatan.



Simak Video "Beberapa Hal yang Perlu Dilakukan saat Isoman di Rumah dari Dokter Paru"

(fds/fds)