Kesehatan

3 Langkah BPJS Kesehatan Minimalisasi Potensi Kecurangan Klaim Kasus COVID-19

3 Langkah BPJS Kesehatan Minimalisasi Potensi Kecurangan Klaim Kasus COVID-19

, Jakarta - BPJS Kesehatan menerapkan sejumlah langkah guna mencegah potensi kecurangan atau fraud dalam proses verifikasi klaim rumah sakit untuk kasus COVID-19. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. Menurutnya, tugas BPJS Kesehatan adalah melakukan verifikasi administratif, bukan medis.

"BPJS Kesehatan bertugas melakukan verifikasi administratif, bukan verifikasi medis. Kami berupaya melaksanakan penugasan khusus ini secara transparan dan akuntabel dengan berpedoman terhadap regulasi yang berlaku sebagai alat ukur untuk memastikan klaim yang diajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata ali Ghufron melalui siaran pers, dilansir Antara, Minggu, 11 April 2021.

Ali Ghufron menambahkan, ada 629.911 klaim kasus COVID-19 yang diajukan oleh rumah sakit kepada BPJS Kesehatan hingga 6 April 2021. Seluruh klaim tersebut sebesar Rp39,22 triliun.

Menurutnya, proses penanganan klaim COVID-19 melibatkan sejumlah pihak di dalamnya. Selain BPJS Kesehatan yang berperan melakukan proses verifikasi klaim yang diajukan rumah sakit, ada pula Dinas Kesehatan yang melakukan pembinaan dan pengawasan serta Kementerian Kesehatan yang berperan membayar klaim, pemberian uang muka dan menyelesaikan dispute klaim.