Kesehatan

6 Perubahan Gaya Hidup yang Bisa Perlambat Alzheimer Menurut Ahli Saraf

6 Perubahan Gaya Hidup yang Bisa Perlambat Alzheimer Menurut Ahli Saraf

, Jakarta - Bagi kebanyakan orang, diagnosis Alzheimer akan sangat merugikan. Tetapi Dr Daniel Gibbs, seorang dokter spesialis saraf yang juga didiagnosis alzheimer menganggap itu kesempatan untuk mencoba memperlambat kemajuannya.

Dilansir dari Irishexaminer, meskipun ia mengakui merasa kecewa dengan penyakit tersebut, namun Gibbs juga terpesona olehnya, menganggap dirinya beruntung didiagnosis memiliki penyakit alzheimer. Sudah 10 tahun sejak ia menemukan dirinya memiliki alzheimer, bahkan sebelum ia mengembangkan gejala kognitif apapun. Ia menemukannya dengan melakukan tes DNA untuk melacak hubungan genetik leluhurnya dengan alzheimer. Itu akhirnya memberinya kesempatan untuk mengatasinya sejak dini.

"Sangat mudah untuk mengatakan bahwa saya tidak beruntung menderita Alzheimer. Tapi sebenarnya, saya beruntung telah menemukan apa yang saya temukan, ketika saya menemukannya," kata Gibbs, dikutip dari irishexaminer.

Hasilnya, di usianya yang kini 69 tahun, ia yang telah mengabdikan hidupnya untuk menganalisis penyakit tersebut untuk menemukan hal yang dapat memperlambat perkembangan penyakit tersebut. Kini ia mencantumkan hasil temuannya tersebut dalam buku A Tattoo On My Brain: A Neurologist's Personal Battle Against Alzheimer's Disease.

Buku tersebut mengungkapkan pilihan gaya hidup dan komunitas dipercaya dapat membantu memperlambat perkembangan alzheimer, terutama jika ditemukan dalam tahap awal. Tahap awal maksudnya sebelum timbulnya gejala apapun.

Gibbs mengatakan dirinya baik-baik saja dan mulai mendapatkan gejala kognitif sekitar sembilan tahun yang lalu. Ia mulai mengalami masalah dalam mengingat nama rekan kerja, dan segera pensiun setelahnya.

Masalah ingatannya kini meningkat dengan menjadi jangka pendek. Seringkali ia tidak dapat mengingat apa yang ia lakukan satu jam yang lalu. Sehingga ia perlu menuliskan semua rencananya dan mencatatnya di kalender dengan cermat. Namun meski demikian, Gibbs menegaskan bahwa bahkan hingga saat ini kebanyaakan orang tidak akan tahu bahwa dirinya menderita alzheimer.