Kesehatan

Banyak Pasien Isoman Beli Ivermectin Sendiri, Dokter: COVID atau Cacingan?

Banyak Pasien Isoman Beli Ivermectin Sendiri, Dokter: COVID atau Cacingan?
Jakarta -

Kisah inspiratif dr Riyo Irawan asal Yogyakarta belakangan jadi sorotan netizen. Ia mengajak banyak dokter untuk membantu membuka konsultasi gratis kepada pasien yang kesulitan mendapat rekomendasi tepat pelaksanaan isolasi mandiri (isoman) COVID-19.

Dari sekian banyak pasien COVID-19 yang berkonsultasi, dr Riyo mengaku sebagian besar di antara mereka sudah mendapat 'obat' terapi COVID-19, bahkan tak sedikit yang mengakses obat tanpa resep dokter.

Termasuk yang belakangan viral di media sosial, yaitu Ivermectin, obat antiparasit yang tengah diuji Balitbangkes Kemenkes RI di sejumlah RS untuk 'obat' COVID-19.

"Jadi rata-rata tiap hari klasik sih ceritanya, jadi mereka tuh udah punya obat sendiri, udah minum obat sendiri, tanpa pengawasan, makanya di sini kita benar-benar membenarkan terapinya," cerita dokter muda berusia 24 tahun, yang bekerja di RSUP Dr Sardjito, kepada detikcom Jumat (16/7/2021).

"Ada juga yang benar-benar nggak tahu harus apa. Baru kita rekomendasikan resep obatnya apa saja. Tapi rata-rata sudah banyak yang minum obat sembarangan itu tanpa pemantauan, gara-gara dari broadcast WA, jadi minum ini, minum itu," sambungnya.

"Yang meresahkanmisinformasi ini," tegas dia.

Banyak sekali, udah saya minum Ivermectin Dok, (terus kata saya) bapak cacingan?dr Riyo Irawan - Inisiator konseling gratis

Seperti pada kasus seorang warga yang berkonsultasi gratis mengonsumsi Ivermectin. Yang bersangkutan padahal hanya mengalami gejala COVID-19 ringan, dr Riyo malah khawatir soal efek samping yang bisa berbahaya karena Ivermectin termasuk obat keras.

"Banyak sekali, udah saya minum Ivermectin Dok, (terus kata saya) bapak cacingan? Karena memang sampai sekarang tuh belum direkomendasikan," sambungnya.

"Iya gejalanya ringan dan malah jadi minum obat-obatan yang tidak perlu dan justru malah membahayakan karena memang obat-obat ini kan obat keras ya, butuh pengawasan," lanjutnya.

Ia juga tak habis pikir bagaimana para pasien COVID-19 isoman bisa mendapat obat tersebut. Padahal obat ini hanya bisa didapat jika sudah ada resep dokter.

"Butuh resep dokter, tapi orang-orang ini nggak tau gimana ceritanya bisa dapet, jadi makanya kok begini, bahaya itu," sambung dr Riyo.



Simak Video "Seputar Layanan Telemedicine Gratis untuk Pasien Isoman COVID-19"

(naf/up)