Kesehatan

Bunda, Ini 10 Alasan Tidak Harus Memberikan Smartphone kepada Anak

Bunda, Ini 10 Alasan Tidak Harus Memberikan Smartphone kepada Anak

, Jakarta Teknologi telah melakukan banyak hal yang membuat hidup kita lebih mudah dan efisien. Namun, sebagai orang tua harus peduli tentang dampak perangkat seperti smartphone maupun televisi terhadap anak dan buah hati. Di saat sudah menjadi hal yang biasa bagi anak-anak untuk memiliki gadget sendiri, tidakkah Bunda khawatir tentang dampak negatif smartphone terhadap tumbuh kembangnya?

American Academy of Pediatrics mengeluarkan rekomendasi bahwa anak berusia di bawah 18 bulan disarankan untuk sama sekali tidak terpapar dengan gadget, televisi, smartphone dan sebagainya. Namun, anak masih tetap diperbolehkan melakukan video call dengan anggota keluarga yang tinggal jauh, karena hal ini dapat membantu mereka mengenali wajah.

Sementara itu, untuk anak berusia 18–24 bulan, orang tua dapat mulai memperkenalkan program atau tontonan yang bermutu. Selain itu, orang tua juga perlu mendampingi saat si Kecil menyaksikan program tersebut. Tujuannya, agar ia bisa benar-benar paham tentang apa yang disaksikan.

Memasuki usia 2–5 tahun, para pakar menyarankan untuk membatasi screen time tidak lebih dari 1 jam setiap harinya untuk menonton program yang bermutu tinggi sambil didampingi. Sedangkan, untuk anak berusia 6 tahun ke atas, batasan dapat diterapkan dengan menyesuaikan pembagian waktu screen time untuk pendidikan dan relaksasi, serta memastikan bahwa penggunaan gawai tidak mengganggu aktivitas fisik, termasuk waktu tidurnya.

Selain panduan itu, berikut ini dikutip dari lifehack adalah sejumlah alasan mengapa Bunda tidak harus memberikan smartphone pada si Kecil atau membiarkan mereka sibuk dengan perangkat gadgetnya sendiri.

1. Mereka mengubah hubungan orang tua-anak

Smartphone bisa membuat anak merasa nyaman, tetapi mereka juga mengubah ikatan yang seharusnya ada antara orang tua dan anak. Konektivitas yang terpasang dengan penggunaan ponsel cerdas tidak bisa sama dengan koneksi asli yang dimiliki oleh orang tua dan anak. Padahal anak-anak masih melewati masa pertumbuhan, dan Bunda perlu menjalin hubungan dengan mereka. Dengan ponsel cerdas, Bunda memiliki jawaban cepat dan instan, namun hal ini dapat menyebabkan anak-anak membuat pilihan yang buruk dalam jangka panjang.

2. Membatasi pikiran kreatif mereka

Dengan akses yang mudah melalui smartphone ke sebagian besar permainan mereka, anak-anak kini memiliki platform untuk dihujani berbagai permainan seru. Permainan ini membatasi kreativitas dan imajinasi mereka serta memperlambat perkembangan motorik dan sensorik optik mereka.