Kesehatan

Kala Doni Monardo Sambangi Warisan Hutan Mangrove Baba Akong

Kala Doni Monardo Sambangi Warisan Hutan Mangrove Baba Akong

, Sikka Iring-iringan mobil yang membawa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninggalkan pusat kota Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju ke arah Barat Laut. Angin semilir menyapa dari bibir pantai sepanjang jalan Trans Flores. Hijau savana di bukit pegunungan pada satu sisi, serta biru Laut Flores di sisi yang lain, mengusap lelahnya mata.

Usai menempuh perjalanan sejauh 29 kilometer, mobil Doni Monardo melambat di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Berbelok ke kanan memasuki halaman luas sebuah rumah sederhana. Di situlah tinggal Mama Nona, perempuan 71 tahun bernama lengkap Angelina Nona.

Di tengah kesibukan mengkoordinir penanggulangan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada April 2021, Doni menyempatkan diri bertemu Mama Nona. Dialah janda mendiang Baba Akong, salah satu “orang besar” di dunia pelestarian alam, yang wafat pada Rabu, 6 Maret 2019, pada usia 71 tahun.

Sore itu, Mama Nona bertabur bahagia menerima kunjungan dadakan Doni. Bukan sekadar kunjungan biasa, Doni menyempatkan diri menengok warisan almarhum Baba Akong, berupa hutan mangrove yang terhampar di Pantai Ndete, berlokasi persis di belakang rumahnya.

Agaknya, Doni Monardo memang selalu merasa mendapat semprotan energi baru saat menyaksikan pohon rimbun, subur atau pohon langka, apapun jenis pohonnya. Berdiskusi tentang pohon dengan mantan Dan Paspampres ini bisa lupa waktu, karena ia mengenali secara fasih aneka jenis pohon, baik nama, asal maupun sejarahnya.

Sebagaimana catatan Tenaga BNPB Egy Massadiah yang diterima Liputan6.com, ditulis Sabtu, 8 Mei 2021, Doni menyaksikan satu per satu pohon mangrove yang ada di sana, tumbuh dari jerih payah Baba Akong.