Kesehatan

Miss V Sering Basah? Dokter Jelaskan Bedanya Keputihan Normal dan Abnormal

Miss V Sering Basah? Dokter Jelaskan Bedanya Keputihan Normal dan Abnormal
Jakarta -

Keputihan tak jarang menjadi ketakutan wanita. Selain rasa tak nyaman karena lembab, timbulnya bau tertentu juga membuat sebagian wanita minder. Namun menurut dokter, keputihan pada tingkat tertentu sebenarnya normal.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV dari DNI Skin Centre menjelaskan, keluarnya cairan dari miss V adalah wajar selama cairan tersebut tidak berbau amis dan menyengat, berwarna keruh, atau kekuningan.

"Wajar ada keluar cairan. Tapi kategori normal apabila warna jernih, nggak keruh, nggak kekuningan, dan tidak berbau," terangnya saat dihubungi detikcom, Kamis (6/5/2021).

Bau amis dan menyengat pada area miss V bisa menandakan adanya infeksi akibat bakteri, jamur, atau parasit. Umumnya, keluhan ini disertai gejala lain berupa cairan keputihan berwarna keruh atau kehijauan, gatal, dan muncul kemerahan pada area miss V.

Aroma pada vagina adalah wajar. Namun jika wanita mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk penanganan tepat.

"Kondisi-kondisi ini membutuhkan penanganan khusus ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Jadi jika mengalami kondisi demikian sebaiknya segera diperiksakan," imbuh dr Darma.

Jangan sembarang pakai sabun

Sabun pencuci area miss V memang amat mudah diperoleh lantaran dijual di banyak toko dengan harga terjangkau berkisar 20-30 ribu rupiah. Namun rupanya, penggunaan sabun ini tak dianjurkan lantaran bisa mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di vagina.

"Pemakaian sabun pembersih vagina tidak dianjurkan karena justru dapat mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di vagina serta berisiko menimbulkan iritasi pada area vagina," ujar dr Darma.

"Istilahnya penggunaannya masih kontroversi. Ada 2 sisi. Jadi penggunaannya selama nggak terlalu sering dan nggak sampai merubah pH atau keasaman vagina yang bisa membunuh flora normal, itu masih nggak apa," pungkas dr Darma.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"

(vyp/up)