Kesehatan

Penularan Varian Delta COVID-19 Lebih Cepat, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Penularan Varian Delta COVID-19 Lebih Cepat, Kenali Gejala dan Pencegahannya

, Jakarta Varian Delta (B.1617.2) dari COVID-19 menjadi strain virus corona SARS-CoV-2 yang paling dikhawatirkan saat ini. Salah satunya adalah karena mudahnya penularan, serta potensi untuk menurunkan efikasi vaksin.

Gatut Priyonugroho, dokter spesialis paru Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mengungkapkan bahwa ada beberapa perbedaan antara varian virus corona Delta dengan varian yang lebih dikenal lainnya, seperti varian Alpha (B.1.1.7)

"Virus COVID-19 varian alpha dari UK bisa menular dari satu orang kepada enam orang, dan varian delta dari satu orang menularkannya kepada delapan orang," kata Gatut dalam webinar RSUI dan Fakultas Ilmu Administrasi UI.

Dalam siaran pers yang diterima Health Liputan6.com, ditulis Minggu (17/7/2021), Gatut menyebut bahwa angka penularan tersebut tidaklah saklek. Namun, hal itu menggambarkan mudahnya varian itu menular.

Selain itu, pada orang yang sudah pernah terinfeksi COVID-19 lalu divaksinasi, maka akan terjadi peningkatan antibodi, kecuali untuk varian Delta.

"Ketika dia sudah kena varian delta, terus divaksin, maka keefektifannya tidak sebaik seseorang yang belum terkena jenis varian tersebut," ujarnya.