Kesehatan

Punya Fobia Seks? 4 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Punya Fobia Seks? 4 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Jakarta -

Genophobia merupakan kondisi saat seseorang merasa takut berlebihan terhadap hubugan seksual. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang merasa panik jika terjadi keintiman seksual, atau bahkan cukup dengan memikirkan hal terkait seks.

Gejala genophobia

Biasanya, orang yang mengalami fobia seksual mengalami gejala seperti mengalami rasa ketakutan, kekhawatiran, serta kepanikan berlebih jika dihadapi oleh sumber maupun pikiran seksual. Bahkan, gejala lebih parah yang dapat dialami dapat berupa mual, pusing, kesulitan bernapas, palpitasi jantung, dan berkeringat.

Selain itu, orang dengan genophobia cenderung menghindari hal-hal yang berkaitan dengan seksual untuk menghindari reaksi ketakutannya. Mereka mungkin memahami ketakutannya tersebut, namun mengalami kesulitan untuk mengatasinya.

Penyebab genophobia

Dikutip dari Healthline, terdapat berbagai penyebab seseorang menjadi fobia terhadap seks yang termasuk isu emosional serta fisik, yaitu:

1. Vaginismus

Vaginismus merupakan kondisi dimana otot-otot di sekitar vagina menyempit secara alami jika terjadi penetrasi. Hal ini kemudian dapat menyebabkan hubungan seks menjadi menyakitkan, sehingga membuat ketakutan terhadap aktivitas seksual.

2. Disfungsi ereksi

Kondisi dimana penis sulit ereksi ini dapat menimbulkan perasaan malu hingga stres pada pria yang mengalaminya. Umumnya, seseorang yang mengalami disfungsi ereksi tidak akan memberi tahu siapa pun mengenai hal tersebut, hal inilah yang kemudian membuat seseorang menjadi takut terhadap keintiman seksual.

3. Khawatir performa seks

Beberapa orang cenderung merasa khawatir apakah mereka dapat bermain di atas kasur dengan baik. Perasaan khawatir tersebut kemudian menyebabkan ketidaknyamanan psikologis yang menyebabkan mereka menghindari aktivitas seksual.

4. Pengalaman buruk di masa lalu

Pengalaman buruk di masa lalu terkait seks dapat menyebabkan gangguan stres pascatrauma. Hal ini kemudian menyebabkan berbagai masalah disfungsi seksual, termasuk munculnya pikiran negatif mengenai seks. Sehingga, mereka kemudian menjadi memiliki ketakutan akan hubungan intim.

Cara mengatasi genophobia

Perbedaan ketakutan biasa dengan fobia adalah fobia dapat memberikan efek negatif yang signifikan bagi seseorang. Ketakutan akan seks dapat mengganggu seseorang membangun hubungan romantis yang dapat menyebabkan depresi. Namun, fobia merupakan kondisi yang dapat diatasi melalui terapi atau pengobatan.

Bagi orang yang memiliki fobia seksual, terdapat terapi yang bisa membantu mengatasi fobianya. Umumnya, terapi yang dilakukan adalah psikoterapi, yakni serangkaian penanganan untuk mengatasi masalah psikologis.

Terdapat berbagai jenis psikoterapi, salah satunya adalah CBT (cognitive behavioral therapy) atau terapi perilaku kognitif yang membantu pasiennya dengan melatih cara berpikir terkait fobianya serta mempelajari apa yang harus dilakukan jika reaksi fisik terjadi.



Simak Video " 5 Fakta Seputar Kebiri Kimia untuk Predator Seksual"

(fds/fds)