Kesehatan

Relawan Ungkap Efek Samping Usai Disuntik Vaksin Corona AstraZeneca

Relawan Ungkap Efek Samping Usai Disuntik Vaksin Corona AstraZeneca
Jakarta -

Baru-baru ini, kabar baik datang dari AstraZeneca yang menunjukkan vaksin COVID-19 mereka rata-rata 70 persen efektif. Bahkan, para peneliti meyakini data efektivitas 90 persen bisa didapat sebelum vaksin COVID-19 mereka bisa digunakan secara luas.

Dikutip dari Metro UK, dua relawan penerima vaksin COVID-19 AstraZeneca yang juga dikembangkan bersama Universitas Oxford merasakan beberapa efek samping usai disuntik.

Nyeri sendi dan demam

Salah satu relawan, Darren Lipomi, seorang profesor Departemen Teknik Nano di Universitas California San Diego yang mengikuti uji klinis vaksin COVID-19 AstraZeneca di AS dan 90 persen yakin tak menerima plasebo. Ia mengeluh nyeri sendi ringan dan merasa kedinginan selama 36 jam usai disuntik.

"Rasanya seperti saya terkena flu yang cukup parah, tetapi tanpa gejala pernapasan," jelas Prof Lipomi.

"Saya mengonsumsi parasetamol setelah saya secara resmi mengalami "demam", dan kemudian ibuprofen dan unisom (tablet tidur) sebelum tidur. Keesokan paginya aku merasa cukup sehat, dengan rasa sakit yang menetap di persendianku," lanjutnya.

Prof Lipomi percaya efek samping vaksin COVID-19 AstraZeneca yang diterimanya menunjukkan bahwa penerima vaksin COVID-19 'harus dalam kondisi yang cukup baik' usai disuntik, karena efek samping yang ia rasakan tak berangsur lama. Ia pun begitu semangat jika vaksin COVID-19 tersebut akhirnya disetujui akhir tahun ini.

Sakit kepala

Relawan lainnya, Dr Emily Cline, seorang ginekolog dari Greenwood Indiana, menerima suntikan vaksin COVID-19 pertamanya saat uji klinis dilakukan 13 November. Sehari usai disuntik, ia sempat mengalami nyeri di tubuh dan sakit kepala yang begitu intens, membuatnya percaya kalau tak sedang menerima plasebo.

"Prosesnya sangat teliti. Ada kuesioner yang sangat panjang yang meliputi data demografi, riwayat kesehatan, diikuti dengan kunjungan medis yang mencakup riwayat, dan pemeriksaan fisik," cerita Emily.

Namun, Emily mengaku saat proses disuntik vaksin COVID-19 tak mengeluhkan sakit apapun.

"Akhirnya, saya menerima suntikan, yang sebenarnya hampir tidak menimbulkan rasa sakit," jelasnya.

Emily pun mengaku siap menerima vaksin COVID-19 bila nantinya sudah mendapat persetujuan. Namun, dirinya yang juga seorang tenaga kesehatan mengaku khawatir terkait distribusi vaksin COVID-19.

"Fakta bahwa ada beberapa vaksin yang mungkin bermanfaat sangat menggembirakan. Meskipun saya khawatir akan ada kemacetan dalam distribusi, dan bahwa orang tidak akan melanjutkan tindakan lain untuk sementara sampai cukup banyak orang yang dapat divaksinasi," tuturnya.



Simak Video "Vaksin COVID-19 AstraZeneca Diprediksi Siap Pakai Akhir 2020"

(naf/kna)