Kesehatan

Waspada, Cakupan Imunasi Menurun Akibat Terlalu Fokus Penanganan Pandemi COVID-19

Waspada, Cakupan Imunasi Menurun Akibat Terlalu Fokus Penanganan Pandemi COVID-19

, Jakarta Sejak munculnya COVID-19, hampir semua pelayanan fasilitas kesehatan berfokus pada penangangan virus SARS-CoV-2 tersebut. Sayangnya, hal ini ternyata berdampak pada layanan kesehatan lain, termasuk turunnya cakupan imunisasi sehingga meningkatkan Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Seperti disampaikan Kepala Div. Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof Hartono Gunardi bahwa sejumlah negara mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri seperti di Vietnam terdapat 198 kasus hingga Oktober 2020. Begitu juga di KLB difteri di negara bagian Shan, Myanmar yang terdapat 36 kasus hingga Juli 2020.

"Sekitar 2-3 juta kematian bisa dicegah dengan imunisasi. Namun dengan adanya COVID-19, cakupan imunisasi menurun. Padahal 1 kasus kematian COVID-19 akibat kunjungan rutin untuk vaksinasi di klinik sama dengan 84 kematian dicegah dengan imunisasi rutin," katanya dalam webinar Pekan Imunisasi Dunia 2021: Bersatu Sehatkan Negeri, Sabtu (8/5/2021).

Menurut Prof Hartono, dalam survei cepat yang dilakukan para ahli pada bulan April 2020, ada 84 persen layanan fasilitas terganggu. Dan 76 persen orang takut terjangkit COVID-19 saat kunjungan imunisasi.

"Pada April 2020, ada lebih dari 500.000 bayi belum imunisasi vaksin DTP-HB-Hib 11 dan 3 (cakupan turun 50,1 persen dari 2019). Ini yang perlu diwaspadai karena mungkin akibat surveilance atau pelacakan yang minim serta petugas yang berkonsentrasi pada COVID-19," ujarnya.