LifeStyle

8 Cara Atasi dan Cegah Karies Gigi pada Anak

8 Cara Atasi dan Cegah Karies Gigi pada Anak

Permasalahan karies gigi pada anak-anak di Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai penyakit yang paling banyak dimiliki oleh anak-anak usia sekolah.

Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi gigi dan pengalaman gigi (DMFT/dmft) 67,3 persen anak usia 5 tahun memiliki angka karies gigi dmft > 6. Artinya, termasuk angka yang parah pada kategori karies anak usia dini.

Selain itu, prevalensi masyarakat yang tidak memiliki masalah gigi hanya 7 persen. Padahal WHO mengamanatkan setidaknya 50 persen.

Sayangnya, kebanyakan orang dewasa cenderung menganggap bahwa karies gigi pada anak adalah kondisi yang tidak serius, sehingga tidak perlu melakukan perawatan khusus. Padahal, karies gigi yang tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan nyeri, gigi tanggal, bahkan kematian.

Karies gigi adalah kerusakan struktur gigi dan dapat mempengaruhi enamel (lapisan luar gigi) dan lapisan dentin gigi. Karies gigi terjadi ketika makanan yang mengandung karbohidrat (gula dan pati), seperti roti, sereal, susu, soda, buah-buahan, kue, atau permen tertinggal di gigi.

Bakteri yang hidup di mulut mencerna makanan ini, mengubahnya menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan air liur bergabung membentuk plak, yang menempel di gigi. Asam dalam plak melarutkan permukaan email gigi, menciptakan lubang pada gigi yang disebut gigi berlubang.

Dilansir dari laman WebMD, Jumat, 7 Mei 2021, para peneliti sedang mengembangkan cara baru untuk mencegah kerusakan gigi. Satu studi menemukan bahwa permen karet yang mengandung pemanis xylitol memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab kerusakan gigi untuk sementara waktu.

Selain itu, beberapa bahan yang secara perlahan melepaskan fluorida dari waktu ke waktu, yang akan membantu mencegah pembusukan lebih lanjut, sedang dieksplorasi. Bahan-bahan ini akan ditempatkan di antara gigi atau di dalam lubang dan celah gigi.