LifeStyle

Pria Botak Berisiko Lebih Tinggi Alami Kondisi Parah COVID-19

Pria Botak Berisiko Lebih Tinggi Alami Kondisi Parah COVID-19

Sebuah penelitian baru memperingatkan bahwa pria botak dua kali berisiko mengalami COVID-19 yang parah. Penelitian itu menyimpulkan bahwa para pria botak menghabiskan waktu dua kali lebih lama di rumah sakit selama COVID-19, dibandingkan para pria yang berambut lebat.

Selain itu, para pria botak juga menjalani perawatan intensif dalam jumlah yang lebih tinggi.

Dilansir laman The Sun, para peneliti mengatakan, kerentanan pria terhadap COVID-19 sebagian besar dipengaruhi oleh hormon seks pria yang disebut dengan androgen. Pria yang lebih sensitif terhadap androgen lebih berisiko mengalami COVID-19 yang parah.

Mereka juga kemungkinan besar mengalami kerontokan rambut, yang disebut dengan androgenetic alopecia, yang mempengaruhi sekitar setengah pria di usia lebih dari 50 tahun.