LifeStyle

Reinveksi COVID-19 Usai Vaksin, Ini Penjelasan Ahli

Reinveksi COVID-19 Usai Vaksin, Ini Penjelasan Ahli

Setiap orang melaporkan reaksi yang berbeda-beda usai melakukan vaksin COVID-19, mulai dari mengalami gejala ringan hingga berat. Namun yang menjadi sorotan adalah, mereka yang mengalami gejala berat.

Beberapa orang ada yang dikabarkan kulitnya melepuh, jatuh pingsan hingga kembali terinfeksi COVID-19 usai melakukan vaksin. Hal ini membuat banyak orang meragukan tingkat keamanan vaksin hingga enggan melakukannya.

Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Mahesa Paranadipa Maikel, MH, mengatakan, pada dasarnya vaksin COVID-19 mekanismenya sama seperti obat-obatan atau yang lainnya.

"Maksudnya dia mekanismenya sama kalau masuk ke dalam tubuh dia dianggap sebagai benda asing. Nah, kalau sesuatu benda asing masuk ke dalam tubuh, pastinya ada reaksi. Tubuh akan menolak pada saat pertama kali," kata dia saat live di Instagram @vivacoid, Jumat 25 Juni 2021.

Nah, reaksi penolakan tersebut lah yang dinamakan dengan reaksi alergi. Dokter Mahesa menjelaskan, reaksi alergi memiliki empat tingkatan dan yang paling parah adalah anafilaksis. Apa itu?

"Tiba-tiba habis disuntik, dia drop, jatuh pingsan, gak tertolong karena jantungnya sulit memompa karena tensinya drop, akhirnya meninggal. Reaksi lainnya adalah kulitnya melepuh. Ada yang melepuhnya cuma sedikit, tapi ada juga yang melepuh seluruh tubuh, bahkan sampai ke kelopak mata, hidung, mulut, jadi kaya orang terbakar. Nah, itu reaksi," ungkap dia.

Menurut Mahesa, setiap orang akan mendapatkan reaksi yang berbeda-beda usai melakukan vaksin. Jadi, reaksi atau gejala yang dirasakan sifatnya individual.

"Biasanya pada saat penyuntikan atau mau dikasih obat tertentu, itu petugas selalu nanya, ada riwayat alergi gak? Di formulir yang kita tulis sebelum vaksinasi biasanya ditanya, pernah mengalami alergi gak. Klo alergi, ditanya alerginya apa," tutur dia.

Kata Mahesa, hal itu penting dilakukan untuk mencegah potensi yang akan dihadapi ketika mendapatkan suntikan atau obat tertentu.