Nasional

Firasat Fadly Korban Sriwijaya Air, Foto Bareng 3 Generasi Akhir 2020

Firasat Fadly Korban Sriwijaya Air, Foto Bareng 3 Generasi Akhir 2020

Kopilot Nam Air asal Surabaya, Jawa Timur, Fadly Satrianto, turut menjadi korban tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021. Bersama lima timnya, Fadly menumpang pesawat nahas itu untuk melaksanakan tugas menerbangkan pesawat lain dari Pontianak.

Fadly adalah bungsu dari tiga bersaudara. Selulus dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, ia kemudian terjun ke dunia penerbangan dengan mengikuti pendidikan di Nam Air.

"(Fadly) jadi kopilot sejak tiga tahun lalu," kata ayah Fadly, Sumarzen Marzuki, kepada wartawan di rumahnya kawasan Surabaya Utara pada Minggu, 10 Januari 2021.

Kakak Fadly, Juan Setadi, menuturkan bahwa almarhum adalah sosok pekerjaan keras. Ia juga periang. Karena memiliki kesibukan masing-masing, Juan mengaku ia jarang berkomunikasi dengan Fadly.

"Adik ini periang dan paling bontot. Di rumah paling rame dan paling dekat dengan orang tua, terutama ibu saya," ujarnya ditemui wartawan usai tes DNA di RS Bhayangkara Surabaya.

Satu momen kenangan yang membuat Juan terharu atas meninggalnya Fadly. Yaitu momen di akhir Desember 2020 lalu ketika keluarga besarnya berkumpul. Saat itu, papar Juan, anggota keluarga tiga generasi berkumpul, termasuk Fadly.

"Kami foto bersama tiga generasi, dan itu baru kali ini. Kami baru sadar setelah kejadian ini, mungkin itu firasat (kepergian Fadly)," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu 9 Januari 2021 sore sekitar pukul 14.40 WIB.

Pasawat yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, yang terdiri dari 46 penumpang dewasa, tujuh penumpang anak-anak, dan tiga orang bayi.

Hingga Minggu ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di Last Know position (LKP) dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182, yang diduga berada di sekitar kawasan Kepulauan Seribu.