Olahraga

Platform eSports Asal India Makin Nyaman Beroperasi di Indonesia

Platform eSports Asal India Makin Nyaman Beroperasi di Indonesia

Platform mobile eSports, Mobile Premier League (MPL), resmi mengangkat Ridzki Syahputera sebagai country head MPL Indonesia. Pendiri dan Kepala Eksekutif MPL, Sai Srinivas Kiran G, mengatakan jika saat ini platformnya telah mengumpulkan lebih dari US$130 juta (Rp1,8 triliun) sejak beroperasi pada 2018.

Selain itu, MPL juga mencatat kenaikan jumlah pemain hingga 7 kali lipat hingga akhir tahun lalu, dengan jumlah pemain atau gamer sekitar 63,5 juta orang yang tersebar di India dan Indonesia.

"Dia berperan besar dalam membantu bisnis ini dari awal hingga sampai saat ini. Dengan pengalaman dan keahliannya, Ridzki adalah pilihan tepat untuk mengemban posisi ini dan bisa membawa MPL Indonesia berkembang lebih pesat," kata Srinivas, Selasa, 26 Januari 2021.

Sementara itu, Ridzki memandang jika sekarang saat yang tepat bagi masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam permainan eSports yang kompetitif. Hal ini mengingat penetrasi smartphone dan jaringan internet berkecepatan tinggi, di mana keduanya bisa diraih dengan harga terjangkau, serta dompet digital.

"Kami memiliki tim produk kelas dunia yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dalam membuat platform eSports tidak hanya bisa dimainkan oleh profesional saja tapi juga penggemar games casual. Kapan pun, di mana pun," jelas Ridzki.

Mobile Premier League merupakan salah satu platform eSports yang berkembang saat pandemi COVID-19. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan pengguna (user) dan juga pendapatan (revenue).

Peningkatan terjadi karena banyak pemain yang melakukan aktivitasnya di rumah, sehingga banyak memanfaat waktu luang untuk bermain MPL. “Kami melihat adanya peningkatan sebesar 55 persen dalam gameplay sejak bulan Maret 2020," ungkapnya.

Oleh karena itu, jumlah pemain atau userbased mereka meningkat 7 kali, atau mencapai 63,5 juta orang yang tersebar di India maupun Indonesia. MPL masuk pasar Indonesia pada 2019. Mereka jadi platform eSports pertama yang memberikan hadiah yang bisa ditukarkan menjadi saldo LinkAja dan Gopay.