Olahraga

Skandal Olahraga, Akhir Kisah Kecanduan Seks Raja Renang Jepang

Skandal Olahraga, Akhir Kisah Kecanduan Seks Raja Renang Jepang

Ada-ada saja kelakuan juara dunia renang asal Jepang, Daiya Seto. Sudah menikah dan memiliki dua anak, masih saja bermain serong dengan wanita idaman lain.

Pada pertengahan Oktober 2020 lalu, Tim renang Jepang untuk Olimpiade Tokyo 2020 diguncang skandal perselingkuhan yang mengejutkan. Sang kapten tim, Daiya Seto ketahuan selingkuh.

Pertama kali, isu perselingkuhan tersebut menyeruak oleh sebuah majalah gosip Jepang. Seto kepergok membawa seorang wanita ke hotel.

Padahal perenang 26 sudah dianugerahi dua orang anak perempuan hasil dari pernikahannya dengan sesama perenang, Yuka Mabuchi pada 2017 lalu.

Kasus ini membuat Federasi Renang Jepang (JASF) bergerak cepat. Seto pun akhirnya diberikan hukuman tak boleh tampil di kejuaraan apapun. Untungnya, hukuman itu hanya berlaku hingga akhir 2020.

Seto pun diperbolehkan tampil di Olimpiade Tokyo tahun ini. Ia juga lolos kualifikasi setelah memenangi dua medali emas di Kejuaraan Dunia Renang di Gwangju pada Juli 2019.

Saat itu, ia menang di nomor 200 meter gaya ganti perorangan dan 400 meter gaya ganti perorangan.

Seto mengaku kasus ini sebagai pembelajaran untuknya. Dia ingin tampil habis-habisan di Olimpiade nanti demi negara dan menghapus citra buruk yang melekat gara-gara kecanduan seksnya itu.

"Saya akan terus mencoba fokus sebagai seorang atlet renang, sehingga saya bisa menebus kesalahan ataus perbuatan tak bertanggung jawab kepada orang-orang yang saya sangat sakiti," kata Seto, dikutip Yahoo Sport.

"Saya ingin mengembalikan kepercayaan dari keluarga saya, penggemar dan semuanya agar bisa kembali menerima saya untuk memulai semuanya dari awal lagi. Saya benar-benar minta maaf atas kesalahan saya," sambungnya.

Seto merupakan juara dunia renang nomor 200 dan 400 m kategori individual medley. Ia juga pernah memenangkan medali perunggu di Olimpiade Rio 2016.

Perenang yang dijuluki Michael Phelps dari Asia itu juga pernah meraih medali emas di World Short Course Championships pada 2012, 2014 dan 2016.

Di sisi lain, Jepang memang sangat tegas kepada atletnya yang melakukan perbuatan menyimpang. Seto bukan satu-satunya Atlet Negeri Matahari Terbit yang pernah diberi hukuman dan diskors.

Pada 2018 lalu, tepatnya saat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, Jepang memulangkan empat pebasketnya lantaran terlibat prostitusi malam di Jakarta. Saat itu, mereka bahkan masih memakai jaket kontingen Jepang.

Sebelum itu, raja bulutangkis dunia, Kento Momota harus absen di Olimpiade Rio 2016. Penyebabnya, Momota ketahuan mengunjungi kasino ilegal di Tokyo.

Mau tahu skandal yang menyeret para atlet dunia lainnya? Skandal Olahraga akan hadir setiap harinya. Simak terus di VIVA.co.id.