Politik

Bertemu PDIP, Masyarakat Adat Ingin Salam Rahayu Dapat Pengakuan

Bertemu PDIP, Masyarakat Adat Ingin Salam Rahayu Dapat Pengakuan

Kelompok Masyarakat Adat dan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, berharap 'Salam Rahayu' mendapat pengakuan, seperti salam-salam dari berbagai agama yang ada di Tanah Air. Itu salah satu poin permintaan mereka saat bertandang dan bertemu jajaran DPP PDI Perjuangan.

Sebab selama ini, Indonesia adalah bangsa dengan spiritualitas yang terwadahkan dalam Pancasila. Pertemuan berlangsung di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Sabtu 24 April 2021.

Sekjen DPP Hasto Kristiyanto bersama Wasekjen Arif Wibowo, yang ikut menerima puluhan perwakilan kelompok dari seluruh Indonesia. Hasto memastikan, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu berkomitmen menjaga Indonesia sebagai rumah kebangsaan. Sebab Indonesia adalah negeri spiritual.

 141 Warga Negara India Diisolasi di Hotel di Jakarta Barat

Hasto bercerita, ketika memperoleh arahan dari Megawati bahwa ia harus menghadapi publik terkait isu apapun. Dihadapi harus diolah agar antara apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan selalu sama.

Hasto juga bercerita soal bagaimana di abad 7, ada tokoh Budha bernama Dharmakirti, yang hidup di masa Sriwijaya, lewat filsafat Dharma, membawa ajaran Yogachara yang terbukti menjadi jembatan di antara Tantrayana dan Mahayana.

"Itulah wujud basis Indonesia sebagai negeri spiritual. Itulah yang dikatakan oleh Bung Karno bahwa Pancasila digali dari Bumi Indonesia," kata Hasto, dalam keterangannya yang diterima VIVA.

"Dengan tradisi agraris yang penuh dengan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta, kita bisa memahami mengapa akulturasi kebudayaan selalu terjadi di agama Budha, Hindu, Islam, Kristen, dan lain-lain. Hal ini karena nusantara yang begitu indah penuh dengan falsafah ketuhanan. Sedangkan sebagai negara kepulauan, nusantara menjadi tempat persilangan peradaban besar dunia,” lanjutnya memaparkan.