Politik

Prabowo-Sandi Masuk Kabinet Jokowi, Demokrat: Lupakan PIlpres 2019

Prabowo-Sandi Masuk Kabinet Jokowi, Demokrat: Lupakan PIlpres 2019

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Menteri Baru yang telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Jansen juga memberikan sorotan khusus kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Menurut Jansen, pada Pilpres 2019 lalu, Demokrat dan dirinya berjuang habis-habisan untuk mendukung Prabowo-Sandi melawan Jokowi-Ma'ruf. Bahkan Jansen mengatakan, sampai dibenci orang-orang terdekatnya terutama dari kalangan Batak Kristen yang ada di Indonesia.

Tetapi ternyata pada saat ini kedua sosok yang didukung habis-habisan tersebut justru menjadi Menteri atau Pembantu Presiden Jokowi. Jansen Berharap Sandi dapat menjalankan tugas dengan baik.

Lokasi Rapid Antigen Drive Thru hingga Pre-order di Bandara Soetta

"Selamat untuk semua Menteri baru khususnya bang @sandiuno yang karena mendukungnya habis-habisan di Pilpres lalu bersama pak @prabowo saya sampai dibenci kaum sendiri Batak Kristen se-Indonesia Raya ini. Kita tunggu kinerjanya bangun negara bersama pak @jokowi atasi COVID-19," kata Jansen dalam akun twitternya, yang dikutip Kamis 24 Desember 2020.

Jansen juga mengungkapkan, tak sedikit keluhan yang datang dari masyarakat dna merasa percuma mendukung penuh saat Pilpres 2019 lalu jika akhirnya seperti ini. Namun semua itu sudah berlalu dan masyarakat lebih baik melihat kedepan

"Saran saya: sudah, lupakan pilpres-pilpresan kembali ke kehidupan normal, kerja, cari uang perbaiki ekonomi keluarga. Itu yang lebih penting sekarang. Jangan sampai keluarga tak bisa makan," ujar Jansen

Jansen berharap Menteri yang baru dilantik ini mampu bekerja dengan cepat dan mampu mengatasi permasalahan yang ada. Diharapkan para Menteri juga menggunakan anggaran dengan sebaik-baiknya.

"Terakhir sudah 10 bulan pandemi ini berjalan dampaknya menimpa semua aspek kehidupan masyarakat. Kami @PDemokrat termasuk yang menyetujui Perppu memberi alokasi uang tanpa batas ke pemerintah. Menteri-menteri baru gunakanlah uang itu sebaik mungkin jangan lagi dikorupsi seperti kasus Bansos," ujarnya.