Tekno

Raksasa IT Tetangga Indonesia Suntik Dana Besar ke Perusahaan Rusia

Raksasa IT Tetangga Indonesia Suntik Dana Besar ke Perusahaan Rusia

Perusahaan layanan online untuk rendering 3D asal Rusia, Megarender, mendapat pendanaan sebesar US$3 juta (hampir Rp42 miliar) dari Grup Perusahaan IT asal Singapura, Scalo Technologies. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk ekspansi global, pembelian peralatan, dan pengembangan versi platform baru.

Rendering merupakan proses membangun gambar dari sebuah model, melalui program komputer. Menurut Pendiri Megarender, Viktor Yurkov, investasi tersebut akan memungkinkan perusahaannya menjadi layanan rendering 3D terbesar dalam hal jumlah daya komputasi peralatan.

Ia juga berencana untuk menginstal server berdasarkan prosesor AMD Threadripper 3990x terbaru menggunakan sistem pendingin berpemilik. Adapun pelanggan utama Megarender adalah spesialis desain dan visualisasi, desain grafis dan studio efek khusus, firma arsitektur, animasi, virtual reality (VR), dan pengembang konten film.

Layanan kami sudah digunakan di lebih dari 12 ribu desainer, arsitek dan studio animasi dari Amerika Serikat, Jerman, Australia, dan Indonesia," ungkapnya, seperti dikutip dari situs Tekdeeps, Sabtu, 21 November 2020.

Yurkov mengaku jika Megarender memberi pengguna di seluruh dunia akses ke lebih dari 400 server rendering khusus dengan tampilan antarmuka online yang ramah pengguna.

Ia menyebut kemampuan layanannya ini memungkinkan pengguna dengan cepat membuat adegan yang dibuat menggunakan pemodelan 3D dan program animasi tanpa mengeluarkan modal untuk membeli server sendiri. Saat ini Megarender mendukung pengimporan adegan dari 3ds Max, Maya, Blender, dan program pemodelan 3D lainnya.

Kesepakatan dengan Megarender merupakan salah satu investasi dari raksasa IT yang berbasis di Singapura, Scalo Technologies. Perusahaan ini yang didirikan oleh Abdumalik Mirakhmedov dan pemegang saham lainnya pada Oktober 2020.

Sebelumnya, pemegang saham Scalo Technologies, melalui struktur lain, berinvestasi di perusahaan rintisan atau startup Neuro.net dan Dbrain. Keduanya mengembangkan produk di bidang kecerdasan buatan (AI).

Scalo Technologies mengkhususkan diri dalam pengembangan internasional produk cloud dan kecerdasan buatan untuk bisnis. Mereka juga berencana untuk berinvestasi sebesar US$50 juta (hampir Rp700 miliar) kepada calon startup selama tiga tahun ke depan.