Tekno

Siap Produksi Stent Jantung, Negara Muslim Ini Bisa Hemat Rp736 Miliar

Siap Produksi Stent Jantung, Negara Muslim Ini Bisa Hemat Rp736 Miliar

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD – Pakistan resmi menjadi negara Muslim kedua di dunia yang memproduksi stent (pasang ring) jantung secara lokal.

Hal ini disampaikan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan setelah meresmikan Fasilitas Teknologi Kesehatan N-Ovatif di Universitas Sains dan Teknologi Nasional (NUST), ibu kota Islamabad pada Jumat, 16 Oktober lalu.

Ia mengatakan fasilitas tersebut akan menjadi yang pertama memproduksi stent jantung secara lokal. Mereka juga menambahkan, capaian ini menjadikan Pakistan sebagai negara ke-18 di dunia yang mampu melakukannya.

"Kami meresmikan (fasilitas) pembuatan stent jantung di NUST Science Park," tulis Khan, dalam unggahan di akun Twitter pribadi, dilansir dari situs Geo News, Selasa, 20 Oktober 2020.

Ia menambahkan stent jantung akan diproduksi sesuai dengan standard Eropa. Dengan ketentuan tersebut maka menempatkan Pakistan di antara sekelompok negara terpilih yang dapat memproduksi alat pasang ring.

Sementara itu, Asisten Khusus Perdana Menteri bidang Komunikasi Politik, Shahbaz Gill, mengatakan negaranya akan mengambil langkah besar lainnya dalam hal teknologi medis dengan meresmikan fasilitas tersebut.

Menurutnya, Pakistan akan menjadi negara Muslim kedua di dunia dan Asia Selatan yang memproduksi stent jantung. Sebelumnya, ada negara Turki dan India yang menempati posisi pertama dalam setiap kelompok.

"Fasilitas ini akan menghemat devisa negara sebesar 8 miliar Rupee (Rp736 miliar) per tahunnya. Selamat untuk bangsa dan ilmuwan Pakistan," ungkap Gill, lewat cuitannya di Twitter.

Lihat artikel asli
fotter-bbc